Damian menurunkan tangan Indi yang tengah memegang wajahnya itu. Lalu, menggelengkan kepalanya pelan seraya mengulas senyum tipis. Ia kemudian mendekatkan wajahnya di daun telinga Indi seraya mengembuskan napas pelan. “Terlalu lama tidak mengisap milik kamu, makanya pucat begini,” bisik Damian menggoda sang istri kemudian meremas buah d**a milik istrinya itu. Indi melenguh pelan kemudian menarik tangan Damian. Menatapnya dengan tatapan lekatnya. “Kamu sendiri yang nggak pernah minta. Aku mana mau kasih kalau kamu sendiri nggak mau nagih!” ucapnya kemudian. Damian menganggukkan kepalanya pelan. “Iya, Sayang. Aku yang salah. Aku tidak pernah memintanya karena banyak kerjaan yang harus aku kerjakan. Besok pun ada meeting dengan kolega baru, kolega Rangga yang katanya mau pesan dua ratus ri

