Lebih Baik Kita Pisah saja!

1024 Words

Satu minggu berlalu .... Waktu sudah menunjuk angka delapan malam dan Indi masih berada di butik bahkan belum berniat ingin pulang. “Indi?” panggil Manda lalu menghampiri Indi. “Heung? Mau pulang? Ya udah pulang aja duluan, Nda. Gue masih pengen di sini. Banyak kerjaan yang belum gue selesaikan.” Manda menghela napasnya. “Indi. Udah seminggu ini elo pulang larut terus. Ngejar apaan sih, lo? Dan tiap hari juga Damian nungguin elo pulang. Parahnya, elo malah nggak pulang.” Indi menatap Manda yang tengah berdiri di depannya itu. “Biar Damian tahu, kalau gue juga bisa punya kesibukan. Dia pikir gue begini karena apa? Karena dia sendiri yang milih untuk menyibukkan diri sama kerjaannya. Bahkan manjain gue aja nggak ada.” Indi menyunggingkan bibirnya lalu kembali mendesain baju-baju ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD