Damian jelas menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan Indi dan menggenggamnya kembali. “Jangan, Indi. Aku tidak mau pisah sama kamu. Aku sudah menantikan kamu dari dulu hingga saat ini dan mau menerima semua persyaratan yang diberikan Papa padaku. Itu semua karena aku menginginkan kamu jadi istri aku.” Indi menghela napas kasar dan menatap Damian dengan lekat. “Kamu takut kehilangan aku, tapi selalu aja buat aku kesal bahkan merujuk pada hal yang membuat kita pisah. Kalau memang menginginkan aku dan ingin aku selalu ada di sisi kamu, jangan pernah buat aku marah apalagi kesal, Damian.” Damian menganggukkan kepalanya. “Maka dari itu aku minta maaf dan please, jangan bahas perpisahan lagi. Aku minta maaf, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku mengakui kesalahanku yang te

