Deon akhir nya memilih sekaleng coca cola dari dalam kulkas dan mengikuti feli yang duduk di sofa kamar nya. Isi kamar feli terbilang lengkap, ada sofa bed dan juga tv disana. Feli menyala kan drakor kesukaan nya.
"maaf ya kak, gue ajak lo singgah jadi lihat kelakuan papa gue deh." kata feli merasa kepikiran dan malu terhadap deon.
"Ga apa apa, gue ga akan bilang ke siapa-siapa." jawab deon.
"Makasih ya kak.. Makanya gue ga pernah mau bawa cheryl nginep disini kak. Lebih nyaman kalo gue yang nginap di rumah kalian." kata feli yang mulai nyaman mengutara kan isi hati nya pada deon.
"iya, kakak ngerti kok." jawab deon menenang kan feli dengan membawa kepala feli bersandar di bahu kekar nya.
"Kak deon, gue boleh ngomong jujur ga sama lo." tanya feli.
"Boleh, kamu mau ngomong apa fel?" jawab deon lembut yang membuat jantung feli meleleh bagai kan es krim yang di anggurin.
"Kak, gue sebenernya suka sama lo kak" kata feli terang terangan. Deon tak menyangka feli akan seberani itu mengungkap kan perasaan nya.
"sejak kapan?" tanya deon yang berpura-pura santai padahal dia sudah ingin melompat kegirangan rasa nya saking senang nya.
"sejak pertama kali gue main ke rumah lo kak, dan gue juga..." kata kata feli terpotong saat dia menyadari tak seharus nya dia juga jujur kalo dia sering ngintipin deon, dia takut deon malah ilfeel.
Namun deon segera meneruskan perkataan feli.
"lo juga sering ngintipin gue kan, hayo ngaku..." kata deon sambil mencubit pipi feli.
Feli langsung menegak kan tubuh nya yang tadi bersandar di bahu deon.
"iihh kakak kok tu sih...?" ujar feli dengan wajah merah seperti kepiting rebus.
"gue tau, lo itu nakal banget. Tapi gue suka." jawab deon menyeringai.
"Kak deon suka apa? suka aku atau suka aku intipin?" tanya feli ambigu.
"Suka dua dua nya..." jawab deon yang berhasil membuat wajah feli semakin merah. Dan tiba tiba deon membuka kaos nya di hadapan feli lalu menarik tangan feli untuk menyentuh d**a nya yang kekar.
"Kamu suka lihat aku buka baju kan?" ujar deon menggoda feli. Feli malu setengah mati langsung menarik kembali tangan milik nya.
"Kak deon, kalo gitu kakak mau gak..." belum sempat feli menerus kan omongan nya deon membungkam mulut feli dengan ciuman di bibir nya.
"Mmmpphh..." Omongan feli terputus kala bibir deon membungkam mulut nya dengan lembut, ini ciuman pertama feli, begitu juga deon. Deon menarik tengkuk feli hati hati. Feli memejam kan mata nya, deon melumat bibir feli bergantian, atas dan bawah. Setelah beberapa menit deon melepas kan ciuman nya dan mengusap bibir feli dengan jari nya.
"Manis.." kata deon dengan lembut.
"Harus nya aku yang bilang, kamu mau kan jadi pacar kak deon?" Sambung deon yang berhasil membuat jantung feli meledak bagai kembang api tahun baru
feli langsung tersenyum senang dan mengangguk kan kepala nya dengan cepat.
"Mau kak! gue mau jadi pacar lo" jawab feli semangat 45.
"Tapi, ga sekarang...!" kata deon yang membuat feli malah jadi sedih.
"Hei, jangan sedih... Beberapa hari lagi kamu kan ulang tahun yang ke 15, baru kita pacaran ya. Usia kamu belum genap 15 tahun, kakak takut di tangkap kak seto karna macari bocil. hahha" jawab deon dengan candaan.
"Kakak kok tau sebentar lagi aku ulang tahun?" Tanya feli penasaran.
"Kakak tau semua tentang kamu selama ini fel, kecuali keadaan kamu di rumah yang kakak baru tau malam ini." jawab deon penuh dengan perasaan cinta sembari membawa feli ke pelukan nya. Feli menenggelam kan kepala nya ke dalam pelukan deon yang mampu membuat nya merasa nyaman.
"Kakak tau apa lagi tentang aku?" tanya feli riang untuk mencair kan suasana.
"Banyak, nanti aku akan tunjukin satu per satu sama kamu."
Feli semakin senang akhir nya cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.
"Fel, Kakak pulang dulu ya. Ini dah hampir pagi loh." Ucap deon sambil melirik ke arah jam dinding yang menunjuk kan pukul 2 dini hari.
"Lebih baik kakak menginap saja, aku masih mau berdua sama kakak." ucap feli manja.
"Kamu mau kakak ga bisa nahan trus nerkam kamu, habis itu kakak di tangkap karna meleceh kan anak di bawah umur." jawab deon yang tentu saja feli mngerti maksud nya, walau feli belum genap berumur 15 tahun tapi dia sudah cukup mengerti percakapan ke ranah dewasa, sebab dia kerap sekali memergoki papa nya yang sedang menggauli para wanita yang di jadi kan nya pemuas nafsu nya.
"Kak, kalo boleh tau kakak suka aku sejak kapan?" tanya feli. Deon sedang mengenakan kembali kaos nya yang sempat dia buka. Jika terus berlama lama di situ dia takut tak mampu menahan hasrat nya untuk menerjang feli.
"Sejak kamu sering-sering datang menginap ke rumah. sejak itu kamu tak sadar kakak sering menatap kamu fel." jawab deon.
"Udah lama dong, kenapa kakak ga nembak aku aja?" tanya feli.
"Kan kakak tadi dah bilang, kamu masih bocil.. Kakak ga mau ngerusak kamu. Kakak mau macari kamu ketika kamu sudah mengerti memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik." jawab deon membuat feli semakin kagum dengan nya.
"Sebenar nya kakak mau nembak kamu waktu kamu udah SMA, Tapi malah kamu deluan yang nembak kakak. Mau gimana lagi..." ucap deon jujur.
Feli malah tertawa, dia merasa lucu pada diri nya sendiri.
"yaudah, kakak pulang ya, kamu bobo yang nyenyak. Jangan lupa kunci kamar nya kalau tidur ya sayang.." Kata deon lembut sambil mengecup kening feli.
"Baik kak, hati hati ya... I love you!"
"Love you more." jawab deon lalu mengecup bibir feli singkat
Deon mati matian menahan diri agar tak berbuat lebih pada feli. Dia sangat mencintai feli, dan sudah lama mendamba kan feli.
Deon segera pergi dari kamar feli dan melaju kan mobil nya pulang ke rumah.
Sesampai deon ke rumah dia di kejut kan oleh adik nya yang berada di kamar nya.
"He, curut nakal.. Ngapain lo di kamar gue?" tanya deon.
"Akhir nya lo pulang juga. Lo jujur deh, Lo apain dan lo bawa kemana si feli sampe jam segini?" Cheryl menelisik deon.
"Gue anter ke rumah nya lah, apaan sih lo." jawab deon
"Ga mungkin.. kenapa dia ga jawab telpon gue, lo pasti ngapa-ngapai dia kan.." tanya cheryl penuh kecurigaan.
"Ya enggak lah curut, gue anter dia pulang ke rumah nya terus gue suruh langsung tidur ya mungkin dia beneran langsung tidur makanya ga tau kalo lo nelpon." jawab deon mencari alasan, tapi cheryl ga percaya begitu saja pada kakaknya itu.