Donor Untuk Amaris

1635 Words

Pagi itu, langkah Adrian terdengar lebih tegas dari biasanya saat memasuki rumah sakit. Kali ini, tidak ada keraguan. Tidak ada alasan yang ia buat-buat untuk dirinya sendiri. Ia datang dengan satu tujuan yang jelas. Yaitu ingin mencari solusi agar kondisi Amaris kembali pulih. Pintu ruang konsultasi pun terbuka pelan. Dokter yang menangani Amaris sudah menunggunya di dalam, berkas-berkas medis terbuka di meja dengan wajah yang serius dan tetap profesional. “Silakan duduk, Tuan Adrian,” ujar dokter itu. Adrian tidak membuang waktu. Ia langsung duduk di kursi di hadapan meja, tubuhnya sedikit condong ke depan. “Saya ingin tahu kondisi Wynee yang sebenarnya, tanpa ada apapun yang di tutupi." Dokter itu mengangguk pelan. “Kondisi pasien… stabil untuk saat ini,” jawabnya hati-hati.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD