Hujan turun sejak sore, meninggalkan udara yang lembap dan jalanan yang berkilau di bawah lampu kota. Malam belum terlalu larut, tetapi suasana sudah mulai lengang. Orang-orang berjalan cepat, sebagian berlindung di bawah payung, sebagian lain menunggu hujan benar-benar reda sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Sera tidak berniat berada di tempat itu lama-lama. Ia hanya singgah sebentar setelah menyelesaikan urusannya di rumah sakit, berniat membeli kopi sebelum pulang. Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu, kesalahpahaman, dan Adrian yang terkesan dingin dan penuh keraguan saat ia mencoba menjelaskan kondisi Amaris. Sera sudah berusaha meyakinkan dirinya bahwa semuanya telah selesai. Bahwa ia tidak perlu lagi memikirkan pria itu. Namun takdir rupanya memiliki cara lain.

