Menyadari Fakta

1161 Words

Keesokan harinya datang dengan udara yang masih menyimpan sisa hujan malam sebelumnya. Langit belum sepenuhnya cerah, tetapi cahaya pagi sudah cukup untuk membuat kota itu kembali hidup. Jalanan yang kemarin basah kini mulai mengering perlahan, sementara aktivitas pagi perlahan memenuhi sudut-sudut kota. Di dalam apartemen kecil tempatnya menginap, Sera sudah bangun sejak pagi. Ia berdiri di depan cermin, mengenakan kembali jas dokternya dengan rapi. Rambutnya diikat sederhana, wajahnya hanya dipoles riasan tipis yang membuatnya terlihat lebih segar dari rasa lelah yang sebenarnya masih tersisa. Di kursi dekat jendela, jas milik Adrian masih terlipat rapi. Sera menatapnya beberapa detik. Tangannya sempat bergerak, seolah ingin menyentuh kain itu, namun ia menghentikan dirinya sen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD