Perdebatan Besar

1159 Words
Saat itu Ziona mengaku kepada mereka semua jika dirinya adalah seorang keturunan Clairvoyant Enchantress yang terakhir di muka bumi ini. Yang secara tidak langsung dirinya mengakui jika dia adalah wanita yang di selamatkan oleh Find saat itu. Hal itu pun membuat seluruh pemimpin Kerajaan terkejut, termasuk Zuella yang tak pernah mengetahui mengenai hal itu. “Semua itu benar… Apa yang di ceritakan oleh Crown Imperial adalah hal yang benar. Find memang melawan sembilan orang itu sendirian, dan dirinya secara tidak sengaja tewas karena anak panah yang menusuk tepat di kepalanya.” Itulah ucapan dari Ziona yang membenarkan jika memang hal seperti itu yang benar-benar terjadi. Tak ada satupun dari mereka semua yang berkomentar ataupun membuka suaranya ketika itu. Mereka semua terlalu terkejut mendengar kenyataan-kenyataan yang selama ini tidak pernah mereka ketahui. Ziona pun mengerti kebingungan dan keterkejutan mereka semua, namun ia tetap harus menjelaskan apa alasannya membangkitkan kembali Find saat itu. “Ketika itu… Aku tidak dapat berpikir dengan jernih, aku terlalu khawatir dan melihat Find yang memiliki umur yang sama dengan Ea, membuatku mengingat anakku sendiri. Sehingga aku sudah memiliki niat untuk menyelamatkannya meskipun saat itu keraguan menghampiri hatiku.” Ucap Ziona yang terlihat seakan-akan dirinya berada di tempat itu saat ini, dengan raut yang penuh dengan kepanikan dan kekhawatiran Ziona menceritakan hal itu kembali. Mungkin karena saat itu adalah saat yang tidak pernah ia lupakan bagaimana pun suasana dan situasinya, sehingga saat ia mengingat dan menceritakannya kembali, ia merasa jika ia benar-benar berada di saat itu. Ziona menghembuskan napasnya dengan pelan, kemudian menutup kedua matanya dan menarik kembali napas sedalam yang ia bisa. Ziona kembali membuka matanya dan menatap pada seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu dengan lebih tenang, “Dan, di saat aku merasakan keraguan itu… Sebuah pengelihatan datang padaku. Sebuah ramalam mengenai masa depan dari anak yang sedang sekarat di dekapanku saat itu. Anak itu… Pangeran Find! Aku dapat melihat bahwa saat dirinya telah menjadi seorang Raja, ia akan menjadi seorang Raja yang setia pada apa yang ia miliki. Dialah orang yang akan melindungi anakku dari kejamnya siksaan enam Raja yang tidak dapat ku ketahui saat itu… Maka, di saat itulah seluruh keraguanku menghilang begitu saja. Yang akhirnya membuatku memutuskan untuk menyelamatkannya, bukan hanya dengan satu tujuan… Namun dengan tujuan lain, yaitu menjadikan dirinya menjadi seorang pelindung dan menggantikan kematian anakku.” Penjelasan Ziona yang sangat panjang itu terdengar sangat pilu, dan penuh dengan penyesalan yang mendalam. Sementara seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu hanya mampu terdiam setelah mendengar pengakuan dari sang Ratu tertinggi. Berbeda dengan Pangeran Ea yang berada di tempat duduknya, dirinya terlihat terdiam dengan tangan yang mengepal dan perasaan kecewa yang menyelubungi hatinya. Hal itu tak dapat ia sembunyikan lagi karena dirinya yang merasa sangat bersalah terhadap apa yang menimpa Raja Find, yang semata-mata hanya karena dirinya. “Jadi… Bunda menyelamatkannya saat itu hanya untuk membuatnya kembali merasakan kematian?” Itulah sebuah pertanyaan penuh penekanan pada setiap katanya yang di ucapkan oleh Pangeran dari Kerajaan Monitum itu kepada sang Ibunda Ratu yang akhirnya membuat seluruh pemimpin menatap padanya dengan terkejut, tidak terkecuali Raas yang kini juga menoleh menatap pada sang adik. Nampak raut wajah penuh kekecewaan yang kini Ea tunjukkan pada sang Ibunda. “Ea!” Raas pun menegur sang adik yang dengat tidak sopannya bertanya pada sang Ibu dengan nada bicara yang seperti itu. Namun Ea yang sudah merasa sangat marah itu tidak merasa takut dengan teguran Raas saat ini dan masih menatap Ziona dengan tatapan nanarnya. Ziona pun membuang wajahnya dari tatapan sang anak bungsunya tersebut dan mengangkat dagunya saat ia menatap ke arah para pemimpin Kerajaan lainnya yang kini terdiam menatap pada Ea. Ziona menarik napasnya dan berkata, “Benar!” Ia berucap, membuat seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu kini menoleh menatap padanya yang masih mengangkat dagunya dengan tegas. “Memang benar itulah tujuanku kembali menghidupkan Pangeran Find saat itu! Semua itu ku lakukan hanya agar ia kembali merasakan kematian dan menjadi penyelamat anakku!” Pengakuan Ziona itu pun sukses membuat hampir seluruh pemimpin Kerajaan yang hadir di sana merasa kecewa, marah dan sedih. Raja Mart yang melihat hal tersbeut pun mengerti dan mengetahui alasan mengapa mereka semua bersikap seperti itu. Itu karena Raja Find adalah Raja termuda di antara mereka semua, sehingga pasti Raja muda itu banyak di cintai dan sangat di perhatikan oleh mereka semua yang telah bersamanya selama beberapa bulan. Brak! Namun sebuah reaksi yang tak pernah mereka duga mereka dapati dari Adam yang kini menggebrak meja di hadapannya di depan seluruh pemimpin Kerajaan, termasuk Raas yang kini menoleh ke arahnya. Mart yang memang bukan bagian dari Kerajaan Bawahan Monitum dan merupakan orang asing dalam perundingan ini pun segera berjalan menghampiri Adam dan menenangkan Raja itu yang telah bersikap tidak sopan terhadap Ibunda Ratu tertinggi Monitum. “Adam tenanglah!” Ucap Mart yang kini menepuk bahu dari Raja tersebut dan berbisik padanya. Namun hal itu tak cukup membuat Raja muda yang merupakan teman dekat dari Find itu menjadi tenang. Ia tetap menatap pada Ratu Ziona dengan tajam. Tangan Adam yang berada di atas meja itu mengepal dengan kuat, dan dapat di saksikan oleh mereka semua yang dapat melihatnya, termasuk Raas dan Ea. “Mengapa Yang Mulia berkata demikian?!” Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut Adam yang di iringi dengan geraman amarah dari dalam dirinya. Raas yang melihat kemarahan dari Raja yang sebaya dengannya itu pun menegurnya dan tentu saja akan membela sang Ibu, apapun kesalahan yang telah di lakukannya saat dulu, yang baginya bukan sebuah kesalahan yang besar. “Adam!” Tegur Raas, membuat seluruh pemimpin Kerajaan menoleh ke arahnya. “Pikirkanlah jika ZIona tidak melakukan hal itu! Maka tidak ada satupun di antara kita yang akan bertemu bahkan mengenal Find!” Itulah ucapan pembelaan dari Raas yang sekaligus mengingatkan mereka mengenai hal tersebut. Mendengar perkataan itu, Adam pun terdiam beribu bahasa. Perkataan yang di ucapkan oleh Raas memang benar… Jika Ziona tidak melakukannya maka mereka semua tidak akan mengenal Find. Apakah itu yang mereka harapkan? Adam yang merasa bersalah pun akhirnya melonggarkan kepalan tangannya dan menunduk di hadapan seluruh anggota Keluarga Kerajaan Monitum dan menyampaikan maafnya, “Maafkan saya, Baginda! Yang Mulia Ratu… Saya seharusnya tidak…” “Tidak mengedepankan emosimu… Ya! Aku tahu Adam, dan aku memaklumi apa yang kalian semua rasakan padaku saat ini!” Itulah yang di ucapkan oleh Ziona pada Adam dan pada semua pemimpin Kerajaan yang masih bungkam itu. Suasana yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perdiskusian itu akhirnya membuat Raas memutuskan untuk mengambil istirahat sebentar sebelum nantinya perundingan akan kembali di laksanakan satu jam setelah waktu istirahat mereka itu. “Kita semua harus beristirahat sejenak! Dan dinginkanlah kepala kalian semua! Ku tunggu satu jam lagi di ruangan ini…” Itulah yang Raas ucapkan sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan itu bersama anggota keluarga Kerajaan Monitum lainnya. Dan setelah itu barulah satu per satu dari mereka meninggalkan ruang perundingan itu untuk mendinginkan kepala mereka, persis seperti apa yang Raas katakan. To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD