Chua: Si Rusuh "Duduk sini sama Ayah. Jangan ke mana-mana okay?" Gue meletakkan Nae duduk di samping ayahnya. Wajahnya yang penuh dengan bedak bayi kini tengah cemberut. Nae masih senewen berat setelah jatuh dan kecebur ke got. "Ibu mau ngepel lantai dulu. Nae jangan turun, di sini aja nemenin Ayah." Gue memperingatinya lagi sebelum keluar kamar. Bibir tipis Nae mengerucut lucu. Jari-jari tangannya yang mungil pura-pura sibuk menarik-narik bulu-bulu boneka beruang cokelatnya. "Ibu pergi ke luar bentar ya, Yah," kata gue ke Lakka. "Ibu terpaksa ngepel lagi karena lantainya ketetesan air got." Lakka ketawa kecil, setengah geli melihat raut wajah gue. Sebenarnya gue nggak masalah mau ngepel lagi sih. Cuma, tadi refleks aja ngomelin Nae yang emang bandel banget jadi anak perempuan.

