Perang

2216 Words

Chua: Perang Sebenernya gue males kalau harus pergi ke apartemen Lakka. Kalau bukan karena laptop gue yang masih ditahan di tempat dia, gue juga ogah buat ke sana. Demi keselamatan hati gue, gue mengajak Pita pergi ke apartemen Lakka. Beruntungnya si Pita mau-mau aja gue ajak ke sana. Gue menjemput Pita agak sorean karena harus menjemput Btari dari kampus lalu mengantarnya pulang kemudian baru pergi lagi buat jemput Pita di sekolahnya. Alasan gue memilih mengajak Pita ketimbang Btari, karena Btari bisa ember ntar. Kalau dia ngadu ke Bang Hans, alamat kena omel sama Abang gue nanti. Jadi, mending cari aman buat ngajak Pita aja. Sekitar jam tiga sore lewat, gue sama Pita udah sampe di apartemen Lakka. Gue tekan bel-nya beberapa kali, tapi Lakka nggak muncul juga. Gue telepon nomornya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD