Chua: Kurang Bahagia, Ya? "Baru pulang? Sibuk banget kayaknya," sindir gue. Hampir jam sepuluh malam Lakka baru aja sampai rumah. Nggak tahu aja anaknya tadi rewel, nangis-nangis bilang nggak mau tidur karena nggak ada nyanyiin lagu sebelum tidur. Laki-laki itu duduk di samping gue, melayangkan ciuman di sudut bibir gue lalu memeluk gue dari samping. "Aku sama Evan berubah pikiran." "Berubah pikiran apa?" tanya gue, meliriknya sinis. "Tanggal launching buat KC edisi anak-anak dimajuin. Makanya orang-orang di kantor semuanya sibuk," jelas Lakka. "Kenapa? Supaya bisa cepat ketemu sama ibunya si model ya?" Masih memeluk gue dari samping, Lakka menarik kepalanya dari bahu gue dan menatap bingung. "Aku baru pulang, Wa. Tanggepan kamu kayak nggak suka banget." Gue melepaskan ta

