Sebelum kembali ke ruangannya Alena terlebih dahulu menuju Rest room untuk melihat penampilannya dan juga mengusap wajahnya dengan air! Tak peduli dengan dandannya yang akan luntur terkena air, karena baginya tak mungkin kembali ke ruangan dengan wajah yang sangat bahagia! Karena tatapan semua orang diruangan mereka adalah tatapan khawatir, artinya dia harus membuat dirinya biasa saja. Benar saja, baru satu langkah dia masuk ruangan mereka ini, dia sudah diintrogasi oleh Sarah. “Kak! Kau tak apa-apa, kan?” Tanya Sarah pada Alena. Alena hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Pak Ketu, nanti laporannya akan aku selesaikan, kau tenang saja.” Ucapnya penuh semangat dan mendapat pandangan heran dari semua orang termasuk Aldo. “Alena kau sedang tak ingin balas dendam denganku karena

