Alena kali ini tak bisa memejamkan matanya dengan apa yang baru saja menimpanya. Entah kenapa tiba-tiba dia memohon pada Reyno untuk menikah, dia juga tak habis pikir apa yang ada dalam otaknya kala itu. Beberapa kali menarik nafas panjang, membuat Maya keheranan. “Kalo gak mau cerita jangan deket-deket gue. Lo tau sendiri gue ini penasaran sama helaan nafas lo yang kayanya beban banyak amat, padahal mau dinikahin sama anak muda.” Ucap Maya sambil memakan keripik kentangnya. “May, lo tahu gak sih, gue beneran bakal nikah lagi sama orang yang namanya Reyno, yang kadang gue gak ngerti tuh anak maunya apa, pengennya seperti apa dan juga … dia sedikit memaksa.” Alena membuka ceritanya. “Tapi ….” Jawab Maya, karena dia tahu sekali ini pasti kalimat yang berhubungan dengan pertentangan. “Gu

