"Yaaah," keluhnya. Karet rambutnya malah putus. Masih ada banyak sebetulnya tapi ada di tas. Belajar dari pengalaman, ia akhirnya tak lagi membeli kuncir rambut tapi membeli karet. Kalau lepas atau hilang kan masih ada gantinya. Ia terpaksa merapika rambut seadanya di depan cermin kamar mandi perempuan. Setelah itu, keluar dan berjalan menuju perpustakaan. Menjelang lomba debat, ia memiliki beberapa kali izin bolos pelajaran. Meski setelahnya harus mengejar ketinggalan. Tapi tak masalah. Ia masih bisa mengikutinya dengan baik. Tadinya memang mau ke perpustakaan tapi berhubung ia gerah, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil karet rambut dulu. Ia mengirim pesan pada Ria untuk mengambil karet rambut di dalamnya tasnya. Ia menunggu agak jauh, sembari menunggu Ria merespon. Sesekali ia melir

