Nosa menyenggol lengannya. Mereka sedang duduk di lobi rumah sakit, menunggu Ikram selesai mengurus administrasinya. Baru kemudian bisa pulang ke kontrakan. Tadi Dena hanya bisa menemani sampai siang karena ada perkuliahan di kampus. Sophia sih tak masalah. Ia justru tak enak hati kalau terlalu banyak merepotkan orang lain. "Apa?" "Dia itu emang baik kan ya?" Sophia mengerutkan kening mendengarnya. Lalu ternganga saat mendengar bisikan Nosa. "Bukan karena naksir kamu kan?" "Ngaco kamu!" Nosa tertawa. "Ya kan jaga-jaga aja. Aku sih ingetin aja, Abang Noval itu cowok terbaik yang bisa aku kenalin sama kamu, Sop." Sophia menjulingkan matanya. Nosa tentu saja berada di pihak Noval karena cowok itu adalah abang sepupunya. "Iya lah. Kamu kira aku doyan selingkuh gitu?" Nosa nyengir. "

