Pagi-pagi sekali, Ikram sudah mengetuk tenda Sophia. Gadis itu keluar dengan senyum lebar. Ikram mengajaknya berjalan di tepian danau Kumbolo. Sembari menunggu sunrise. "Bener kata, Mas, capeknya hilang," tuturnya yang membuat Ikram terkekeh pelan. Keduanya berdiri di depan danau sembari menunggu sunrise. Masih setengah jam lagi menuju matahari naik secara perlahan. Kalau sekarang masih gelap. Sophia memepetkan tubuhnya. Merasa dingin. Ikram paham dengan kode itu, jadi langsung memeluk pinggangnya. Keduanya masih berdiri, diam bersama. Larut dalam pikiran masing-masing. "Mas?" "Heum?" "Apa rencana Mas setelah lulus?" Kalau Ikram tak pernah bercerita, bukan kah ia bisa bertanya? Ikram menoleh ke arahnya. Sophia menatap jauh ke depan. Ikram berdeham lalu mengalihkan tatapannya. "M

