"Makan, Zuuraaa! Itu buku gak bakalan lari hanya karena lo tinggal pergi ke kantin." Ia mengibas-ibas tangan Ria yang berusaha menarik buku cetaknya agar berhenti mengerjakan tugas yang disuruh guru kerjakan di rumah. Bahkan tugas itu baru saja diberitahu tadi loh. Maksud si ibu, jam pelajaran di hari berikutnya baru dikumpulkan. Bukan langsung dikerjakan begini. Tapi yang namanya Azzura, mana mau menunda? "Duluan aja, nanti gue nyusul," tuturnya kemudian mengeluarkan uang dari saku bajunya. "Nitip bakso kayak biasa." Ria mengangguk. Ia sudah hapal pesanan Azzura. Semangkuk bakso tanpa kecap, micin, saos atau cabe. Kuahnya selalu bening tanpa tambahan apapun. Azzura memang begitu. Tiap makan apapun pasti enggan menambahkan apapun. Alasannya? Ia hanya menyukai makanan rasa original. T

