Raras mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya. Hidungnya terhidu bau khas saat kesadarannya terkumpul. Bukan bau parfum Rangga melainkan bau antiseptik yang tajam, bercampur aroma obat khas rumah sakit. Tempat yang biasanya menjadi kantornya. Raras membuka matanya sepenuhnya. Langit-langit putih polos menyambutnya. Di samping tempat tidur, mesin monitor EKG berbunyi ritmis. Beep... beep... beep... Suara itu entah kenapa terdengar seperti bom waktu yang menghitung mundur sisa kewarasannya. Raras mencoba bergerak, tapi tangannya tertahan. Ada selang infus menancap di punggung tangannya. Cairan bening menetes lambat dari kantong plastik di tiang besi. "Jangan banyak gerak dulu, Ras." Suara itu! Suara yang akrab di telinganya selama sepuluh tahun ini. Suara berat, serak dan penuh

