Erik masuk ke dalam rumah ketika Starla sedang sarapan bersama dengan Espen. Dan seperti biasa, pria yng bekerja sebagai asisten pribadi Erik tersebut langsung pergi dari sana, memberi ruang pada Erik untuk berdua dengan Starla. “Selamat pagi,” sapa Erik. Mencium dahi Starla yang berpenampilan jauh darinya. Starla baru bangun tidur, dengan rambut sedikit berantakan dan ia belum mandi, sementara Erik sudah rapi dengan balutan kemeja, rompi dan jas kerjanya. Aroma parfum yang sangat dikenal Starla pun menguar, menggelitik indera penciumannya. “Pagi,” sapa Starla balik. Menyuap satu sendok nasi goreng ke mulut. Adrie meletakkan piring berisi sandwich di depan Erik kemudian segera menyingkir dari dapur. Sampai sekarang Starla tidak tau kenapa wanita paruh baya itu selalu memberikan senyum

