Starla merasakan kepala berdenyut luar biasa kala membuka mata. Membutuhkan waktu beberapa saat lamanya sampai ia mampu beringsut bangun. Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, Starla merasa kepala justru terasa ingin pecah. Sampai-sampai ia perlu memeganginya. Keluar erangan kecil dari mulut. “Minum ini lebih dahulu agar kau merasa lebih baik.” Suara itu menyentak pandangan Starla. Samar, ia bisa menangkap siluet Erik dari balik cahaya yang menembus jendela kaca balkon. Starla menurut saja, membuka mulut ketika Erik menyuapkan sebutir pil dan segelas air putih. Erik pun memaksa Starla untuk meneguk habis semua air dalam gelas. Beberapa menit kemudian, kepala Starla benar-benar membaik. Dan ia terkejut ketika menemukan dirinya dalam keadaan tanpa busana. Cepat-cepat ia menarik s

