“Dia baru saja kehilangan calon bayinya.” Saat sang dokter mengatakan hal itu, kaki Espen terasa lemas. Ia menahan napas tercekat. Matanya mengerjab tidak percaya. Sejak kapan Starla hamil? “Tidak, tidak mungkin.” Suara Adrie terisak. Ia memegang lengan dokter dengan pipi basah oleh air mata. “Dokter, dia perempuan yang kuat. Jadi bayinya juga pasti kuat. La-lagipula, ak-aku ... aku sama sekali tidak tau dia sedang hamil.” Sang dokter menghela napas, membimbing tubuh Adrie untuk duduk di kursi. Sementara Espen masih terpaku dengan pandangan setengah kosong. Pikiran pria itu berkabut. Jika Erik tahu hal ini maka ... “Dia baru saja kehilangan calon bayinya. Tapi dia masih memiliki satu yang lain.” Pikiran Espen langsung terpecah ketika sang dokter berkata kembali. Dia menoleh cepat da

