Mencengkeram dagu Starla dan membenturkan punggung wanita itu ke dinding adalah hal pertama yang dilakukan oleh Erik. Starla tampak semakin pucat dari pada tadi dan membuat hati Erik semakin sakit melihatnya. “Kau pikir aku peduli soal surat kontrak sia-lan ini?!” desis Erik murka. Ia melempar surat tersebut ke sudut ruangan di mana tong sam-pah berada. Membuat kertas-kertas itu berhamburan. “Tanpa surat itu pun kau seharusnya adalah milikku! Aku membelimu seharga satu juta Euro untuk menjadikanmu bu-dak selama 3 tahun penuh!” Meski Starla kesakitan di bagian dagu, namun ia menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi apapun. Hanya menatap Erik dingin dan mati. Air matanya serasa sudah habis karena menangis semalaman, dan ia tidak memiliki tenaga lebih lagi untuk mengeluarkan tangisan

