Starla terbangun saat mengalami sebuah mimpi mengerikan. Dalam mimpi tersebut ia terlempar kembali ke masa lalu. Saat di mana ia memergoki Bima mengkhianatinya di hari hujan, saat Lion memper-kosanya, dan saat Erik mencambuknya tanpa ampun. Napas Starla tercekat. Keringat membasahi sekujur tubuh. Ia memeluk tubuhnya sendiri yang gemetar ketakutan. Ingin sekali menangis tapi air matanya tertahan di sudut mata. Butuh beberapa menit sampai Starla benar-benar menguasai diri. Menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Tidak apa, Starla. Hanya mimpi, manteranya dalam hati berulang kali. Menoleh ke nakas, ia mendapati ini sudah pukul 2 malam. Starla beringsut bangun. Tenggorokannya terasa kering. Dia pun pergi mengambil air minum di dapur. Dalam setengah perjalanan, ia mendengar pintu depan di b

