Ruang kerja bernuansa cokelat kayu yang semula mewah lengkap dengan berkas, furniture kayu-kayu mahal dan buku-buku bisnis yang tertata rapi di sebuah almari kayu berpelitur mengkilat kini nampak hancur berantakan. Lampu kerja, kursi dan bahkan vas bunga yang semula nampak indah menghias ruangan telah pecah berserakan memenuhi lantai. Alih-alih sebagai ruang kerja, ruang itu kini lebih mirip seperti kapal karam yang diterjang badai dan angin putiing beliung. Dan semua itu tak luput karena perbuatan seorang pria yang memiliki surai rambut berwarna cokelat gelap. Erik, duduk di antara semua kekacauan tersebut dengan menyandarkan tubuh di atas sebuah sofa. Matanya terpejam tapi dia tidak tidur. Dahinya mengernyit tidak nyaman. Perasaannya sangat kacau. “Aku mencintaimu Erik.” Bayangan waj

