Siap untuk diaduk-aduk hatinya? Siap untuk membenci? Siap untuk mengumpat? Selamat datang di konflik OBSESSED! Selamat membaca ~ *** “Masih sakit?” Adrie bertanya pada Starla setelah mengoleskan salep ke lengan Starla. Pagi itu ketika Starla masuk ke dapur dan hendak mengambil sarapan, Adrie yang melihat lengan Starla penuh luka lecet langsung panik sendiri. Ia bahkan tak segan-segan menyuruh Espen mengambilkan obat di kediaman para pelayan. Membuat Espen rela menunda waktu sarapannya. Starla tersenyum kecil sebagai jawaban. Tangannya memang masih perih tapi tidak seperih tadi malam, ketika ia tertidur dan luka itu terkena kasur, rasanya luar biasa sakit. Apalagi pada pagi hari, kulit yang terbuka dan belum kering itu sempat menempel di kain sprei, membuat Starla hampir menangis. “T

