Baru mulai mendudukkan tubuhnya di atas kursi, Rain si tukang senyum langsung menghampiri Andini. Andini mendengus. 'Baru juga pantatku nempel di kursi, langsung diganggu setan,' bathin Andini, melirik malas Rain yang sudah berada di sampingnya, tak lupa dengan seringai lebarnya. "Ha? Ada apa?" tanya Andini sambil meletakkan tasnya di samping kursi, memperbaiki posisi duduk. "Kamu milih ekskul apa Andini?" tanya Rain antusias, setelah berbulan-bulan mengenal laki-laki teman sekelasnya yang satu ini, Andini baru sadar, Rain adalah Ami versi laki-laki. Tukang ganggu hidup orang, berisik dan masternya kang kepo yang selalu ceria. "Pengen tau aja jadi orang," jawab Andini malas, memalingkan mukanya ke depan, ogah melihat wajah Rain yang tersenyum lebar itu. Andini melirik teman laki-laki s

