Chapter 39

1071 Words

"Hoo nilai matematikamu bekas mencontek ya?" tebak ibu Andini di seberang telepon, bertanya dengan nada suara yang nampak mau menembak sasaran. Mengintimidasi tapi juga penuh keketusan, mengejek dan juga gembira karena baru kali ini mendapati nilai matematika murni putrinya di atas 50. Andini mengerutkan bibirnya, merasa terhina oleh perkataan ibunya yang tak bisa dipertanggungjawabkan. "Ga ada dalam sejarah putri semata wayang ibu ini mencontek dalam ujian." "Oh iya ya, seringnya mengancam orang?" sambung ibu Andini dengan nada suara yang sudah berubah, sekarang terdengar macam ibu sosialita yang suka pamer-pamer. "Fufufu." Andini menghela nafas dengan sangat berat, ibunya jelas tak akan percaya dengan keberuntungan tingkat tinggi Andini. Jadi tak payah jujur-jujuran kalau nilai matema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD