Chapter 23

1122 Words

Dave membuka mata saat merasa ada yang mengamati tidurnya. Benar saja. Begitu matanya terbuka, dia langsung beradu dengan tatapan polos di hadapannya. Heran melihat tatapan itu, rasa khawatir pun seketika memenuhi benaknya. Dengan lembut dia mengusap pipi sang anak yang masih intens menatapnya. “Sayang, ada apa?” tanya Dave pelan dan serak. Della menempatkan telunjuk mungilnya di bibir sang ayah. “Jangan ribut, nanti Mama bangun,” pintanya tanpa mengalihkan tatapan dan mengubah posisinya. Dave semakin mengernyit melihat tingkah anaknya yang tidak seperti biasanya. Dia berani memastikan jika saat ini masih pagi buta. Untuk lebih pastinya, dia memindahkan tangannya yang tadi mengusap pipi Della ke nakas, di sisi ranjangnya untuk mengambil ponsel. “Jam lima,” gumamnya saat matanya berhasil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD