"Dokter, saya mohon, tolong jawab pertanyaan saya. Apa benar pendonor mata saya itu adalah Dokter Tyo?'' Angela kembali mengulangi pertanyaan yang sama. Gadis itu meremas jari-jemarinya dengan cemas, menandakan bahwa ia takut namun harus siap dengan berita yang akan ia dengar. Kini setelah dokter Gabby terdiam beberapa saat lamanya akhirnya ia pun membuka suara dengan tegas. "Bukan,'' ucapnya singkat. “Apa?” gugu Angela terdengar tak mengerti ucapan dokter Gabby karena saking tegangnya. “Pendonor mata itu bukan Dokter Tyo,” tandas dokter Gabby dengan tegas. "Oooohhh...'' Terdengar lenguh lega yang sangat jelas terlihat dari Angela dan ibunya. "Sebenarnya ada apa ini? Kenapa Anda sampai berpikir dokter Tyo itu sebagai pendonor mata Anda, Non Angela?'' Dokter Gabby balik bertanya. Set

