Bab 33 Siasat Arlan

1086 Words

Menjelang malam, Arlan telah menyelesaikan semua pemeriksaan pasien di bagian umum dan beberapa pekerjaan yang lainnya. Laki-laki tampan berambut lurus cepak itu pun telah membereskan sisa-sisa pekerjaannya. Dia merasa harinya sangat tegang. Hampir semalaman ia tak tidur demi mengurusi kakaknya, tapi sampai detik ini dia sama sekali tak ada rasa mengantuk. Namun demikian ia menuju pantri rumah sakit dan berniat membuat kopi. “Dokter, apa Dokter baik-baik saja?” sapa seorang perawat laki-laki yang sedang memasuki dapur umum dan menemukan Arlan yang terpaku diam menatap dispenser air. “Hah?” gugu Arlan untuk beberapa saat kemudian dan menoleh dengan enggan pada sumber suara. “Itu...” Tatap mata Arlan mengikuti jari jempol perawat muda itu yang menunjuk ke arah dispenser di mana cangkir ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD