Tak terasa seminggu berlalu tanpa ada masalah yang cukup berarti, akhirnya doa Arlan yang dengan sekedarnya ia ucapkan itu terkabul. Saat itu ia sengaja melewati ruang ICCU di mana Angela terbaring, ia hanya ingin mencari tahu bagaimana kondisi perkembangan gadis itu. Namun ia dikejutkan oleh suara keributan yang terdengar hingga keluar ruangan ICCU. Laki-laki tampan itu bergegas menuju sumber suara berasal. "ENGGAK! Aku nggak bisa lihat apa-apa, Ma! MAMAAA...!" Arlan menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan Angela dan ia mendengar ucapan histeris itu dari mulut gadis itu. Seorang dokter dan dua perawat yang ada di situ berusaha menenangkan gadis itu. Dengan ditemani ibunya, Angela terus terisak. "MAMA AKU BUTA, MA! LALA BUTA! Lala butaaaa...." pekik gadis itu terdengar menyayat h

