Selama berhari-hari, Arlan dengan sabar terus mendampingi kakaknya. Ia melihat betapa penyesalan kakaknya yang terlalu dalam, sampai Andrian harus rela menelan makian Bu Riana dengan tabah. Andrian tetap saja datang walaupun ia tahu akan berakhir dengan usiran kasar oleh keluarga gadis itu. Melihat perjuangan kakaknya, ia pun tak tinggal diam. Laki-laki itu mencoba mendekati keluarga Angela dengan caranya sendiri. "Kak, mulai hari ini kakak nggak usah datang-datang lagi ke rumah sakit itu,'' ucap Arlan saat itu. Mereka sedang duduk berdua di meja makan. Kedua kakak beradik itu terlihat lebih sering bersama daripada sebelumnya. Walaupun masih sering terdengar pembicaraan dan sikap yang dingin di antara keduanya. "Maksud lu apa?'' tanya Andrian acuh tak acuh. "Gue udah dapat surat rekomen

