Waktu terus saja berjalan. Materi sudah banyak disampaikan. Di ruangan itu pikiran Alza tertuju pada Alzayn. Kali ini dia memang tidak bisa fokus untuk mencerna materi karena kondisi Alzayn terus saja melintas di pikirannya. "Alza Wilona." Gadis itu tersadar dari dari lamunannya. Dia menatap sekelilingnya ternyata sudah tidak ada siapapun. Hanya ada seorang pria yang sedang berdiri di depannya. Alza pun menegakkan tubuhnya. "Maaf, Pak." Lelaki berperawakan rapi itu menarik salah satu kursi. Kemudian dia duduk di tempat sambil memandangi Alza Wilona. Gadis itu merasa canggung hingga ia menundukkan pandangannya. "Ada masalah?" tanya sang dosen. Alza terdiam sejenak. Tidak pantas juga jika dia bercerita tentang masalahnya saat ini kepada seorang pria yang berstatus sebagai dosennya. "K

