Ardian Pov Entah mengapa Alvaro mengajakku bertemu, pada jam kerja. Tak mungkin mengenai Tivana, masa dia masih mencurigai hubunganku dengan istrinya itu? Astaga, sudah bertahun-tahun ... masa dia tak bisa melihat aku dan Tivana kini akrab bagaikan saudara kandung? Posesif boleh saja, tapi jangan sampai menutupi akal sehat dan nurani kita. Kukira Alvaro bisa memilahnya dengan baik. Dia seorang bisnisman handal, seharusnya akal sehatnya bekerja dengan baik. Jadi, saat dia memintaku bertemu di luar, di Cafe Star, aku bersedia menemuinya. Paling dia ingin membicarakan perkembangan bisnisnya. Atau, apakah ada kemungkinan kami akan bermitra bisnis? Tak ada salahnya, mengingat reputasi perusahaan Alvaro sangatlah baik. Pukul 17.00 tepat aku telah berada di Cafe Star, di depanku menge

