Special Part 11

1155 Words

Author Pov Alvaro tak berani lagi menjodohkan Ardian secara terbuka, dalam arti seperti mendaftarkan kakak angkat istrinya itu ke biro jodoh. Namun bukan berarti keinginan itu padam dari hatinya. Hanya dia menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Nah, ketika pagi ini dia melihat Tivana bercengkrama dengan Ardian di meja makan dan melayaninya bagaikan pasangannya, hati Alvaro menjadi panas. Keinginannya untuk mencarikan Ardian jodoh kembali timbul, supaya pria itu tak menganggu miliknya lagi. “Pagi, Alvaro,” sapa Ardian ramah. Alvaro menjawab sapaannya dengan mendengkus kasar. “Aku menunggu seseorang meminta maaf karena telah turut campur urusanku,” sindir Ardian. Dia menunggu perminta-maafan itu selama tiga bulan, namun tak kunjung mendapatkannya. “Apakah ada yang terjadi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD