Tak kusangka Al serius ingin mencarikan ibu baru buat Amel. Aku melotot ketika dia menunjukkan situs-situs perjodohan di layar laptopnya. Kami baru saja selesai melakukan ritual malam, aku berniat memakai gaun tidurku namun Al menarikku ke sampingnya. “Sayang, kemarilah ... lihat apa yang kutemukan.” Aku mengamati salah satu situs perjodohan itu. Ada beberapa foto wanita lajang, baik gadis maupun janda, yang terpampang disana. Dipamerkan seperti produk yang akan dijual, lengkap dengan ukuran tubuhnya! Astaga, ini sungguh melecehkan harga diri seorang wanita. “Apa-apaan ini? Baru saja kita b******a dan kau berniat mencari pengganti diriku?” tanyaku pura-pura merajuk. Al mendelik. “Kau memfitnahku, Sayang? Bagiku cukup dirimu, tak perlu yang lain. Satu saja, dan aku tak ingin

