Angga memacukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia terus menoleh ke samping, melihat seorang gadis berwajah pucat yang masih betah memejamkan mata. Dia tidak menyangka apa yang Chua lakukan, membuat Dilara mengeluarkan banyak darah. Angga menggenggam erat tangan Dilara, dia juga panik. Tapi dia masih mencoba memberikan kekuatan pada Dilara. Gadis bodoh ini, seharusnya istirahat saat tidak enak badan. Membuatnya repot saja. Tiba di depan rumah sakit, Angga menghentikan mobilnya, lalu membawa Dilara turun. "Tolong! Suster!" Dia berteriak kencang. Membuat perawat jaga di Unit Gawat Darurat, tergopoh keluar mendorong Brangkar (ranjang transfer pasien). "Letakan di sini!" Salah satu Perawat meminta Angga meletakan Dilara di atas Brangkar. Melihat situasinya, Perawat bisa menyimpulkan tent

