Membungkam Sesaat

1122 Words

Selamat membaca! Saat ini yang membuatku merasa tidak nyaman adalah tangan Tuan Firdaus yang masih menggenggamku karena hal itu membuat mereka melihatku dengan sorot mata yang begitu tajam. Jadi aku sangat berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya, tapi tidak semudah itu karena tenaga Tuan Firdaus jauh lebih kuat daripada tenagaku. Beberapa saat kemudian aku pun terdiam dan tak lagi berontak ketika mendengar suara tinggi Tuan Firdaus yang tertuju pada Nona Reva. "Reva, bukankah saya sudah pernah bicara baik-baik denganmu? Saya pikir kamu sudah mengerti dan saya tidak perlu lagi mengatakannya! Tapi ternyata kamu malah bertindak kelewat batas seperti siap untuk melawan saya!" Di sini aku mulai berpikir keras. Mencerna maksud perkataan Tuan Firdaus yang sedikit membingungkanku. "Tern

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD