Terungkap

1129 Words

Selamat membaca! Tanpa memedulikanku yang masih kesakitan akibat gigitannya, Tuan Firdaus meneruskan ucapannya yang sempat tertunda karena aku sempat menutup mulutnya dengan kedua tanganku. "Dia mengandung anakku. Makanya, aku harus menikahinya." Tanpa ragu dia mengatakan hal itu. Menghiraukan semua yang aku katakan dan aku merasa tidak sanggup melihat reaksi Nona Reva dan keluarganya saat ini. Aku dapat melihat jika kedua mata Nona Reva tampak melotot ketika mendengar perkataan Tuan Firdaus dan aku tidak mengharapkan dia mengungkapkan aibku di depan orang lain. Ini sungguh memalukan untukku. Aku benar-benar merasa rendah di mata mereka saat ini. "Aku hanya tidak ingin mereka menganggapku hanya memanfaatkan kehamilan ini untuk dapat dinikahi oleh Tuan Firdaus. Aku itu mau jika Tuan Fi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD