Kena Karma

1548 Words

Selamat membaca! Begitu aku memejamkan mata, tiba-tiba aku merasa sepasang tangan tengah menangkup kedua pipiku. Namun, aku tak sanggup membuka mata hingga mengabaikannya. "Dinda, kenapa kamu malah meninggalkanku tidur?" Suara Tuan Firdaus masih terdengar di telingaku. Itu artinya, aku belum sepenuhnya terjaga dan dia sudah berhasil mengganggu tidurku. Padahal aku pikir dia sudah tidur lebih dulu dariku, tapi ternyata tidak. Dia masih terjaga dan kini coba membangunkanku. "Aku sangat lelah, bisakah kamu juga tidur?" rengekku berharap agar dia mau menurutinya. Namun ternyata aku salah, dia malah menempelkan bibirnya pada kelopak mataku hingga aku mulai merasa kesal. "Memangnya apa yang kamu inginkan? Daripada mengganggu saya, lebih baik kamu menghubungi para wanita yang menginginkan ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD