Selamat membaca! Tanpa menjawab pertanyaanku, tiba-tiba tubuhnya membungkuk. Dia lagi dan lagi melakukannya. Menggendongku hingga aku begitu terkejut. "Lepaskan saya, Tuan!" pintaku sambil coba melepaskan diri. Namun seperti biasa, usahaku selalu gagal dan dalam waktu sekejap tubuhku sudah berada di atas tempat tidurnya. "Dinda." Suara itu terdengar aneh. Dia memanggilku sambil merapatkan tubuhku hingga bau parfum wanita lain benar-benar tercium oleh indera penciumanku. Bahkan mungkin telah menempel pada permukaan kulitku. Sungguh menjengkelkan, tapi ini benar-benar membuatku merasa tidak nyaman. Bagaimana mungkin, aku bisa membiarkannya menikmati tubuhku dengan bau parfum wanita lain pada tubuhnya. "Saya tidak ingin melakukannya! Tolong lepaskan saya!" Dengan tegas aku mengatakannya.

