Selamat membaca! Ketika pria itu semakin mendekatiku, pandanganku pun dapat melihat jika ternyata dia bukanlah Tuan Firdaus, melainkan Sekretaris Han, pria yang bagiku sangat menyebalkan. "Nona Dinda, ayo silahkan masuk ke mobil!" Tak berapa lama, mobil yang dikendarai Pak Tama pun berhenti tepat di depanku. "Itu siapa, Dinda?" tanya ibuku merasa aneh dengan sosok pria berpakaian rapi dengan stelan jas hitamnya yang elegan. "Nanti akan aku jelaskan di perjalanan ya, Bu. Sekarang ayo kita masuk dulu!" pintaku sambil mengajak ayah dan ibuku masuk ke mobil. Tanpa banyak bicara, orang tuaku pun mulai menyamankan posisi duduknya sesaat setelah berada di dalam mobil. Kami bertiga duduk di kursi belakang, sementara Sekretaris Han duduk di samping kursi kemudi yang ditempati oleh Pak Tama. Se

