Pasti Mengerti

2338 Words

Sakit. Hati Ara sungguh tidak terbuat dari baja seperti yang Reva miliki. Dia lemah mengenai orang yang dia sayang. Dan tak pernah terbayang dalam otaknya bahwa sang kakak yang sejak dulu bahkan tak pernah lancarkan cubitan di tubuhnya, kini menamparnya dengan tamparan marah sehingga membuat hatinya ikut tertampar. Tidak masalah dengan pipinya yang kini tercetak warna merah kontras, hasil dari tamaran yang tangan lembut kakaknya lakukan padanya. Tapi hatinya, perasaannya jelas terluka karena itu. Sungguh, bahkan semakin kuat dia tumpahkan rasa sakit dengan tangisnya, denyut sakit dalam hatinya masih sangat-sangat terasa olehnya. Pun tak juga berhenti meski kini sang adik memeluknya sambil ikut menumpahkan air mata yang terasa membasahi lengannya. “Maafin Reva, Kak … maafin Reva. Ini sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD