Semuanya, pengecualian untuk Ervan, kini mereka tengah duduk di sofa ruang tamu, menunggu kepulangan sati satu gadis yang sejak tadi sudah mereka pantau lewat computer Baza. Duduk diam dengan pikiran berkecamuk memikirkan beberapa kenyataan yang hari ini langsung menghantam dengan tidak tau malunya. Dan mereka sungguh-sungguh butuh penjelasan akan hal itu. Dibalik beberapa pertanyaan yang tersimpan, hal nyata saat ini hanya ada satu di depan mata. Ara. Gadis itu tak lepas dari pengawasan Melin, menatap sang adik dengan pandanga yang semua orang di sana juga tau apa isi tatapan itu, pun mereka, juga mempertanyakan hal yang sama. Tadinya, Dokter Reza sudah meminta pada Ara untuk menjelaskan lebih dulu tentang apa yang tadi Reva katakan mengenai dia. Tapi Ara hanya memberi gelengan dan meng

