Beberapa hari berlalu semenjak kejadian di mana mereka mulai mematangkan rencana. Satu persatu petunjuk terkumpul membuat mereka semakin dekat dengan titik terang, merasa, semuanya dapat dengan mudah mereka gapai saat ini. Namun tidak untuk berlengah, malah tingkat waspada yang saat ini mereka pasang lebih kokoh dari sebelumnya. "Mungil!" Panggilan terdengar lewat earpiece yang terpasang di masing-masing saluran pendengaran mereka. Gadis yang belum lama ini menjabat sebagai seorang sekretaris kini menghentikan ketikannya pada keyboard komputer kala nama panggilannya di sebut oleh suara yang mengisi hari-harinya. Pun pemuda klimis yang tengah menyeduh sebuah kopi di pantry perusahaan, ikut memusatkan perhatian pada kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh pemuda di seberang sana. "S

