Untitled Episode

1929 Words

Hari ke sepuluh Reva bekerja sebagai seorang sekretaris, dan ini kali ke tujuh dia mengikuti meeting penting para direktur utama di perusahaan Ervan, dengan Ervan sebagai pemimpin rapat. Seperti biasa, rapat berjalan lancar dengan tepuk tangan penuh tanda puas pada Reva yang dengan sangat lugas menyampaikan materi presentasi. Berbeda dengan para direktur itu, Ervan malah memasang raut dingin setiap kali tepuk tangan itu terdengar. Percayalah, mereka tak hanya memberi tepuk tangan, tapi juga senyum penuh puja disertai pujian yang dapat membuat telinganya panas saat mendengarnya. Sungguh, dirinya tak suka jika Reva yang tersenyum malu pada mereka yang melemparkan pujian padanya. Reva hanya boleh tersenyum padanya, hanya boleh menampakkan wajah menawan itu padanya, tidak pada orang lain! "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD