Mami Ros langsung melepaskan tangannya dari genggaman Winda. Ia lalu menatap intens pada gadis yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu. "Jika kau butuh mami seperti kau membutuhkan seorang ibu ... kau bisa datang ke rumah mami di sebelah butik!" ujar mami Ros, kemudian wanita paruh baya itu pun langsung pergi meninggalkan Winda sambil menggeret kopernya. "Mami ...," seru Winda mengejar mami Ros. "Mami Winda mohon bantu Winda Mami ... Winda tidak mau di jadikan wanita penghibur di Kasino itu, Mami Winda mohon," ujar Winda berusaha menahan mami Ros yang akan masuk ke dalam mobilnya. "Lepas Winda," sentak mami Ros melepaskan paksa tangannya yang di cekal oleh Winda. Kemudian mami Ros langsung menatap Winda kembali,dan memegang pipinya. Ia ingat dulu saat pertama kali dia datang

