Dinda melangkah mendekati posisi duduk sang suami dan wanita calon pelakor yang sedang menikmati makan siang itu dengan hati tenang. Dia ingin tetap elegan di depan wanita yang jelas-jelas menunjukkan sikap menginginkan terhadap suaminya. Dinda tidak mau bersikap arogan yang justru akan mempermalukan dirinya. Dia percaya pada cinta suaminya. Putra adalah tipe lelaki setia. Saat awal-awal pernikahan mereka saja, Putra dengan tegas menolak dirinya yang jelas-jelas istri sah dan sudah tinggal satu kamar karena masih mencintai Safira, sang pacar. Dari situ Dinda meyakini bahwa suaminya tidak mudah jatuh cinta pada sembarang wanita. "Assalamualaikum, Mas," sapanya setelah mengikis jarak dekat sang suami. Seketika Putra dan wanita yang sedang bersamanya menoleh ke arah Dinda. "Waalaikumsalam

