“Hai, Sayang.” Suara Zayn terdengar setelah beberapa saat dia dan Sherry hanya berdiam diri. Zayn melangkahkan kaki ke arah Sherry yang masih mematung di dekat pintu ruangannya. “Apa-apaan kamu? Jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu lagi!” Sherry sudah tersulut emosinya dan hendak membuka pintu keluar, namun Zayn berhasil menahannya. Posisi mereka sekarang berhimpitan. Sherry tidak bisa bergerak leluasa karena terkurung oleh lengan Zayn. “Bisa nggak sih Sher kamu tuh halus dikit kalau ngomong sama aku. Kamu nggak kangen aku? Udah tujuh tahun lho kita nggak ketemu. LDR kita lama banget.” Omongan Zayn terdengar melantur di telinga Sherry. “Hah? LDR? Kangen? Kamu ngomongin apa sih?” Sherry benar-benar diuji kesabarannya oleh Zayn. Akhirnya Zayn menggeser sedikit badannya, lalu menar

