ALBERT POV
Rasanya hari ini aku sangat senang karena Adelle di nyatakan lulus dan sebentar lagi ia akan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Aku berharap ia bisa berkuliah di tempat yang ia inginkan dan aku tau ia sangat ingin berkuliah di tempat yang orang lain favoritkan.
Sekarang penampilan Adelle terlihat sangat dewasa seperti orang yang sedang bekerja. Saat itu ia ingin bekerja sambil kuliah agar ia tidak ketergantungan padaku.
" Ayah, tolong ijinkan aku untuk bekerja sambil kuliah sehingga aku tidak merepotkan ayah lagi." Kata Adelle sambil meminta ijin padaku.
" Baiklah kalau begitu. Jika itu yang kau inginkan, ayah tidak akan melarangmu." Kataku padanya dan ia terlihat sangat senang.
Aku melihat kemandirian di diri Adelle dan aku berharap semoga hidupnya semakin sukses. Aku merasa semakin hari diriku semakin tua dan aku berharap bisa melihat Adelle hidup bahagia.
****
Aku sangat senang ketika mendengar Adelle di terima magang kerja di sebuah perusahaan asing. Aku berharap ia bisa di rekrut menjadi karyawan tetap sehingga ia tidak perlu melamar kerja di perusahaan lain.
Tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku sangat terkejut ketika Irene yang menghubungiku. Ia menanyakan keadaan Adelle dan aku memberitahu nya jika Adelle baik - baik saja.
Entah kenapa aku merasa ada nada penyesalan saat Irene berkata jika ia sudah lama tidak menanyakan keadaan Adelle.
" Aku sudah lama tidak menanyakan keadaan nya. Aku berharap ia baik - baik saja." Kata Irene padaku dan aku merasa jika ia sangat menyesal telah mengacuhkan Adelle.
" Kau tenang saja. Adelle baik - baik saja dan ia tidak kekurangan satu apapun." Kataku sambil memberitahu nya jika semuanya baik - baik saja.
Setelah itu ia memberitahuku jika minggu depan ia akan berkunjung ke rumah untuk menemui Adelle karena ia sangat merindukan nya.
Aku tidak tau apa yang membuat ia berubah tetapi yang jelas aku sangat senang Irene perduli terhadap Adelle setelah sekian lama ia tidak menanyakan keadaan Adelle.
***
Suatu hari aku tidak sengaja bertemu dengan wanita yang dulu pernah aku tolong dan wanita itu masih mengingatku.
Waktu itu ia datang menghampiri ku dan mengenalkan namanya padaku. Ternyata ia bernama Wendy dan ia seorang pengusaha kue.
Lalu ia mengajakku makan siang bersama dan ternyata ia seorang wanita yang sangat menyenangkan. Ia mengingatkan ku dengan Amanda dan rasanya sudah lama aku tidak berjumpa dengan nya.
" Saya sangat senang bertemu dengan anda disini. Kalau boleh saya ingin mengajak anda berbisnis." Kata Wendy sambil menyeruput minumannya.
" Bisnis apa yang ingin anda tawarkan kepada saya?" Tanyaku padanya dan ia mengajakku untuk kerja sama dalam bisnis kue dan keuntungan nya sangat besar.
Sejujurnya aku sangat tertarik dengan tawaran bisnis yang ia ajukan padaku dan saat itu aku menerima tawarannya.
Wendy menyuruh ku untuk mendatangi tokonya besok dan aku setuju untuk datang ke tokonya sambil membahas bisnis yang akan kami jalankan.
***
Setelah selesai membahas bisnis, aku berpamitan padanya dan aku tidak sengaja bertemu dengan Amanda bersama dengan teman - temannya.
Saat itu aku menyapanya dan ia hanya tersenyum padaku. Rasanya aku sangat ingin datang menghampiri nya tetapi aku tidak ingin mengganggu waktu nya bersama dengan teman-teman nya.
Lalu aku melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dan di tengah perjalanan aku tidak sengaja bertemu dengan Irene.
" Kau mau kemana?" Tanya Irene padaku sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.
" Aku ingin pulang ke rumah." Kataku sambil bersikap datar padanya.
Saat itu Irene ingin ikut bersamaku ke rumah dan akhirnya kami pulang ke rumah. Waktu itu Irene baru tau jika Adelle magang di perusahaan dan ia terlihat sangat senang mendengar hal itu.
Entah kenapa aku merasa banyak perubahan yang terjadi dengan Irene dan sepertinya ia menyesali kesalahannya di masa lalu saat pergi meninggalkan kami.
Sejujurnya perasaan ku terhadap Irene sudah lama usai tetapi aku masih menganggapnya sebagai ibu dari anakku.
***
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tujuh malam dan Irene masih berada di rumah sambil menunggu kedatangan Adelle.
Tidak beberapa lama Adelle tiba di rumah dan ia sangat terkejut melihat Irene berada di rumah. Saat itu ia menyuruh Irene untuk pergi dari rumah karena Adelle sangat membenci Irene.
Saat itu Irene terlihat sangat sedih mengetahui hal itu dan ia memutuskan untuk pergi dari rumah. Saat itu aku menegur Adelle yang bersikap tidak sopan terhadap Irene.
" Adelle, kau tidak boleh bersikap seperti itu terhadap ibumu. Bagaimana pun juga ia adalah ibu kandung mu." Kataku sambil menasehatinya.
" Sampai kapanpun Adelle tidak akan memaafkan kesalahan ibu!" Kata Adelle sambil membentak ku dan ia pergi ke dalam kamar nya.
Aku tau bagaimana perasaan Adelle yang terluka karena kesalahan Irene di masa lalu. Aku berharap suatu hari Adelle mau memaafkan kesalahan Irene karena bagaimanapun juga aku tidak ingin melihat Adelle membenci ibu kandungnya.
***
Keesokan harinya aku bertemu Wendy di tokonya dan ia terlihat sangat berbeda. Aku merasa usianya di bawahku tetapi ia terlihat awet muda.
Saat itu Wendy menawarkan proposal kerja sama dengan ku dan saat itu aku menyetujui proposal itu. Aku merasa Wendy sangat jujur dan tidak mungkin ia menipuku.
Tiba - tiba ada seseorang yang masuk ke ruang kerja dan ternyata orang itu adalah suami Wendy. Aku tidak menyangka jika ia sudah menikah karena aku tidak melihat cincin melingkar di jarinya.
" Perkenalkan ini suamiku, Richard. Richard, ini adalah pria yang menolongku tempo hari. Ia adalah Albert." Kata Wendy sambil memperkenalkan Richard kepadaku.
" Akhirnya aku bertemu dengan pria baik hati yang telah menolong istriku." Kata Richard sambil tersenyum padaku.
Saat itu aku berbincang cukup lama dengan mereka hingga akhirnya aku berpamitan dengan mereka. Aku merasa mereka sangat baik dan ramah padaku.
Aku merasa Adelle akan sangat senang mendengar hal ini karena aku bekerja sama dengan Wendy. Saat aku tiba di rumah, aku melihat ada karangan bunga untuk Adelle dan saat aku melihat nama pengirimnya, aku membuang karangan bunga itu ke tong sampah karena yang mengirim adalah guru sekolah Adelle.
Aku tidak ingin Adelle berhubungan dengan pria itu karena pria itu sudah beristri dan aku tidak ingin Adelle mengulang kesalahan seperti Irene.
Selama aku masih hidup, aku akan berusaha melindungi Adelle dari pria itu karena aku tidak rela jika Adelle di madu. Masa depan Adelle masih panjang dan ia masih mengejar cita - citanya yang belum tercapai.
Aku yakin Irene tidak ingin Adelle mengikuti jejaknya yang menjadi perebut suami orang dan aku berharap pria itu tidak muncul di hidup Adelle.